Index Berita :

Ramon Papana Laporkan Ibu Ade Namnung Ke Polisi

Merasa telah ‘diserang’ oleh kerabat Ade Namnung, akhirnya Ramon Papana melaporkan Hariningsih, ibu Ade, ke polisi. Tindakan yang diambil Ramon ini adalah buntut dari sikap keluarga Ade Namnung yang tiba-tiba datang ke rumahnya dan melakukan perbuatan yang tidak sepantasnya.

Sebelumnya, keluarga Ade memang diberitakan telah meributkan soal harta warisan Ade Namnung. Bila harta yang akan diambil memang milik Ade, mungkin bukan masalah, tapi sepertinya keluarga Ade sudah salah paham.

Mereka tiba-tiba mendatangi rumah Ramon Papana di bilangan Sentul pada hari Sabtu (4/2) kemarin, dan hendak mengambil alih rumah pria yang disebut-sebut sebagai ayah angkat Ade itu. Keluarga Ade memaksa Ramon untuk menyerahkan sertifikat rumah. Padahal, rumah tersebut adalah milik Ramon sendiri, terbukti dengan sertifikat rumah yang memang atas nama dirinya.

Tak hanya ingin mengambil sertifikat rumah, Ramon sempat menuturkan bahwa keluarga Ade bersikap tidak sopan di rumahnya. Keluarga Ade membentak, menggebrak meja, bahkan memecahkan pot Ramon yang merupakan pemberian Ade.

“Sambil ngegebrak meja, memecahkan pot pemberian Ade buat saya dari Mekkah, mungkin buat orang tidak berharga tapi buat saya itu sangat berharga,” ucap Ramon.

Merasa dirinya tidak diperlakukan secara baik, Ramon Papana merasa kecewa dan kesal. Ia pun berinisiatif untuk melaporkan tindakan keluarga Ade ke polisi dengan tuduhan perbuatan tak menyenangkan.

“Karena saya kesal dan dirugikan juga, akhirnya saya laporkan ke Polsek Babakan Madang dan saya langsung diperiksa sebagai saksi korban. Yang jelas terlapornya Hariningsih ibu kandungnya Ade Namnung,” ujarnya. (sidomi/dbbs)

SILAHTURAHMI EKSEKUTIF-LEGISLATIF-TOKOH MASYARAKAT DALAM MERAYAKAN HARI JADI WONOGIRI KE 270

Wonogiri, Fakta12, Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati  Wonogiri, Kamis (19/5) berlangsung Silaturahmi antara jajaran Eksekutif-Legislatif-Tokoh Masyarakat dalam rangka Hari Jadi Wonogiri ke 270. Uniknya dalam acara pertemuan ini, yaitu semua yang ahdir menggunakan pakaian adat Jawa dan semua acara dibawakan dengan bahasa pengantar bahasa Jawa halus. Hal ini karena bertujuan ingin ikut melestarikan nilai-nilai luhur budaya Jawa seperti dijabarkan oleh Raden Mas Said sebagai tokoh yang diyakini mendirikan Kabupaten Wonogiri.

Acara yang dimulai pada pukul 10.30. Dimulai dengan Uraian singkat sejarah berdirinya dan ditetapkannya hari jadi Wonogiri. Tepatnya pada hari Rabu Kliwon tanggal 3 Rabi’ul awal (Mulud) Tahun Jumakir, Windu Senggoro: Angrasa retu ngoyang jagad atau 1666, bertepatan dengan perhitungan masehi maka menjadi hari Rabu Kliwon tanggal 19 Mei 1741.

Seperti diketahui bahwa Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa merupakan pahlawan Nasional jaman itu yang gigih menentang kolonialisme Belanda dan antek-anteknya di kerajaan Mataram. Dilihat dari sejarahnya inisiatif beliau dan pembantu-pembantu dekatnyalah yang  membuat berdirinya pemerintahan mandiri di Nglaroh (yang sekarang masuk di wilayah Kabupaten Wonogiri). Karena pembentukan pemerintahan tersebut dalam rangka perjuangan menentang penjajahan dan ketidak adilan, maka memang patutlah diperingati sebagai cikal bakal Kabupaten (praja) Wonogiri.

Ikut memberi sambutan dalam rangka peringatan tersebut (Pangandika Pangaybagya) dari Tokoh masyarakat yaitu A.K. Zaelani dari HKM (Himpunan Keraton Mangkunegaran). Dari Pihak legislatif diwakili oleh Ketua DPRD Wawan Setyo Nugroho, S.Sos. Sementara dari Eksekutif juga langsung oleh Bupati sendiri H. Danar Rahmanto.

Dalam sambutannya ketua DPRD Wawan Setyo Nugroho tak lupa mengingatkan tantangan masa reformasi sekarang yang walaupun menghasilkan banyak kemajuan masih menyisakan tantangan-tantangan seperti masih tingginya tingkat pengangguran dan kesenjangan ekonomi di masyarakat. Dia mengharapkan juga program mencanangkan bahwa tahun 2011 ini di Wonogiri sebagai tahun investasi akan memacu semua elemen untuk mensukseskannya. Pihak legislatif sendiri berjanji akan berusaha memperbaiki atau mengganti perda-perda yang kurang sesuai untuk menjamin terwujudnya iklim persaingan sehat yang akan menunjang keinginan berbagai pihak berinvestasi di kabupaten Wonogiri.

Bupati Danar Rahmanto sendiri juga menambahkan bahwa cara mensukseskan tahun investasi di Wonogiri ini harus dihayati semangat Raden Mas Said : holopis kuntul baris yaitu semangat kebersamaan yang sinergis dalam bekerja di semua eksponen masyarakat Wonogiri. Dia mengatakan bahwa Wonogiri kedepan harus menjadi tujuan industri dan tujuan wisata yang nyaman, aman dsn terbuka.

Acara sendiri berlangsung sampai jam 11.30 diakhiri dengan pembacaan doa (dongo Sesarengan) oleh Bapak Hariyadi, Sag. Mag. (Ar/Ed/Sus)

Advetorial

Piala Terjatuh Saat Pesta

Madrid,

Setelah absen mendapatkan prestasi di Piala Raja sejak 1993, akhirnya Real Madrid memboyong piala tersebut setelah mengalahkan seterunya Barcelona dengan kedudukan 1-0, di laga final paling berharga di Spanyol, Kamis (21/4) dini hari WIB. Namun Sayang Piala terebut justru terjatuh saat arak-arakan pesta selebrasi ketika memasuki lapangan Cibeles Square di kota Madrid.

Lebih tragis lagi Tropi piala raja tersebut jatuh dan langsung terlindas bus tempat para pemain berpawai. Rupanya pemain belakang El Real Sergio Ramos tengah mengangkat tropi seberat 1 kilogram di atas kepalanya di atas bus yang atapnya terbuka dan lepas control sehingga jatuh tepat didepan bus dan langsung terlindas. Bus tidak sempat dihentikan karena kejadian tersebut berlangsung cepat dan sang sopir tidak menduga karena saking ramainya suasana pawai pesta kemenangan di kota Madrid Spanyol.

Seperti dilaporkan oleh radio Cadena Ser, polisi langsung bergegas memungut piala yang beberapa ornamennya sempat hancur walaupun tidak begitu fatal. Setidaknya terdapat 10 kepingan tropi yang berhasil dikumpulkan dan langsung diserahkan kepada pengemudi.

Piala tersebut akhirnya langsung disembunyikan dan masyarakat tidak mengetahui persis kejadian itu. “Pialanya memang jatuh, tetapi tidak parah kok”, ujar Sergio Ramos membela diri.

Bagaimanapun Spanyol memang kaya prestasi. Setidaknya piala dunia dan piala eropa telah mereka sandingkan. Insiden jatuhnya piala itu menyulut pembicaraan serius dalam pengamanan tropi saat selebrasi ketika pawai terbuka di kemudian hari. (mi/ed/ant)

4 RELAWAN GUGUR MENJALANKAN TUGAS KENA WEDHUS GEMBEL

Yogya, Fakta12

4 Relawan ternyata didapati gugur menjalankan tugas ketika awan panas (wedhus gembel) merapi  mengamuk, 4 Nopember 2010 yang lalu. Mereka tergabung dalam TAGANA (Taruna Siaga Bencana, red), sedang menjalankan misi kemanusiaan di dusunnya Glagaharjo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman.

Baca lebih lanjut

TERKAIT DUGAAN PENEBANGAN POHON TANPA IJIN, PEMKOT PANGGIL REKANAN PLN APJ SURAKARTA

Solo, Fakta12

Terkait dengan adanya dugaan penebangan pohon tanpa ijin, pihak Pemkot Surakarta melalui jajaran Satpol PP memanggil rekanan PLN APJ Surakarta.  Kedua CV rekanan PLN tersebut dimintai keterangan di ruang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo hari Selasa (26/10).

Baca lebih lanjut

IKUT BERDUKA CITA 2

Dengan ini Keluarge Besar Fakta12.com ikut berbelasungkawa atas meninggalnya Yang kami hormati “MBAH MARIDJAN” di Canngkringan hari Selasa malam 25 Oktober 2010, sebagai korban erupsi awan panas letusan Gunung Merapi. Semoga arwahnya diterima di Sisi Tuhan Yang Maha Esa. selamat Jalan Mbah, dedikasi dan pengorbananmu akan selalu kami kenang