PERTANIAN GROBOGAN 2009 MENERIMA PUAP RP.3,9 M

Grobogan, Fakta12

Kabupaten Grobogan menerima dana hibah BLM PUAP sebesar Rp. 3,9 M. Dana tersebut diterima oleh 32 Gapoktan desa di 9 kecamatan dengan masing-masing berkisar diatas Rp. 100 juta. Demikian seperti dijelaskan Kadinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Grobogan, Ir. Moh. Sumarsono, MSi.

Diharapkan dana bantuan tersebut digunakan Kelompok tani sebagai dana abadi yang nantinya dimanfaatkan dalam modal pengembangan usaha masing-masing pertanian di wilayah masing-masing. Kegiatan yang bisa disetujui menggunakan dana ini adalah baik pengembangan usaha On Farm yaitu budidaya langsung pertanian ataupun Off Farm yaitu diluar budidaya seperti industri pengolahan hasil pertanian atau pasca panen.

Pemakaian dana tersebut dalam pelaksanaannya dituangkan sebagai RUA (Rencana Usaha Anggota), RUK (Rencana Usaha kelompok) dan RUB (Rencana Usaha Bersama) dari masing-masing Gapoktan. Dan karena sifatnya yang merupakan BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) maka akan diadakan fasilitasi dalam penyuluhan dan pengawasan penggunaannya.

Fasilitasi tersebut dilakukan baik oleh tenaga-tenaga penyuluh pertanian dari instansi dinas pertanian sendiri maupun secara independent melalui PMT (Penyelia Mitra Tani) sebagai pendamping langsung Gapoktan di lapangan. “Tenaga-tenaga PMT terdiri dari individu-individu mandiri yang mengajukan diri secara sukarela untuk mengadakan pendampingan petani di daerahnya, serta sudah lulus seleksi di tingkat nasional,” jelas Sumarsono. Diharapkan merekalah yang nanti akan langsung membimbing dan mengarahkan petani atau gabungan kelompok tani mengembangkan usaha pertaniannya agar lebih berkembang dan lebih tahan terhadap krisis permodalan yang biasanya menjerat petani.

Sementara itu menjawab pertanyaan tentang bantuan bibit di tahun 2009 ini, maka Sumarsono mengatakan bahwa bantuan bibit tahun ini adalah langsung berupa bahan yaitu bibit dan bukan seperti tahun-tahun sebelumnya yang bersifat nominal yang akn dilelangkan. Menyangkut hal tersebut maka Kadinas Sumarsono mengaku malah “lebih senang” karena proses pelaksanaan menjadi lebih mudah, cepat dan akuntabilitasnya lebih terjamin disanding sistem lelang. “Kami tinggal menerima dan membaginya ke para petani di pedesaan,” kata Sumarsono.

2 Tanggapan

  1. pak….ada lowongan gak untuk jadi tenaga penyuluh….karna aku pengangguran….cari dhuwit susah…..kira – kira gajinya berapa ya pak…..

  2. iya nih…..bolak balik purwodadi-solo ping sewidak jaran ora entuk dhuwit teyuzz….kasih kerjaan dong kita-kita…wahai pak sumarsono…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: