ANCAMAN GENCAR, ANGGOTA PANSUS CENTURY SAMPAI PESAN ROMPI ANTI PELURU

Jakarta, Fakta 12

(Gambar rekaan)

Menjelang Kesimpulan akhir Pansus Century, ternyata diakui adanya berbagai bentuk ancaman kepada anggota-anggotanya. Ancaman memang masih berbentuk  teror SMS, tetapi isinya lumayan bikin was was sehingga ada yang berinisiatif akan memesan rompi anti peluru.

Seperti disarikan dari inilah.com, Jauh sebelumnya, sumber di Pansus Angket Century  menyebutkan, ancaman memang  telah lama diterima oleh anggota Pansus, khususnya Tim Sembilan. Tim ini merupakan kelompok lintas partai yang memperjuangkan angket Century terwujud.

“Kawan-kawan ada yang ide untuk membeli rompi anti peluru,” cetus sumber itu pertengahan Januari lalu. Pembelian rompi tersebut bukan tanpa alasan. Sumber tersebut mengaku memang terdapat ancaman-ancaman baik psikis maupun fisik sejak lama.

Akbar Faisal dan teman-teman “diteror”

Sementara itu Akbar Faizal anggota Fraksi Hanura DPR RI yang juga anggota Pansus Angket Bank Century telah mendapat teror ancaman fisik. Tak tanggung-tanggung, ancaman yang diterima politisi berdarah Bugis ini adalah mutilasi, seperti yang dilakukan ‘Babeh’ Baikuni terhadap anak jalanan yang banyak di tulis media massa akhir-akhir ini.

“Semalam saya mendapat ancaman akan dipotong-potong kepala saya jika seperti ini,” ujarnya dalam acara Obrolan Warung Kopi Phoenam membahas soal Masa Depan Kasus Century di Makassar, Sabtu (13/2). Ancaman yang dilayangkan kepada Akbar berupa pesan singkat (SMS) dan telepon langsung di Makassar.

Selain ancaman mutilasi, Akbar juga mengaku beberapa hari terakhir juga merasa dibuntuti pihak-pihak yang tidak dikenal dengan mengendari mobil hingga kediamannya di Depok, Jawa Barat. “Awas kamu. Kita ketemu minggu depan,” ujar Akbar menirukan isi SMS ancaman terhadap dirinya.

Sementara itu Anggota Pansus Angket Century lainnya dari Fraksi Gerindra Ahmad Muzani yang juga menjadi anggota Tim Makassar tidak menampik bila ada upaya tekanan maupun rayuan menjelang kesimpulan akhir Pansus Angket Century.

“Menjelang kesimpulan akhir memang macam-macam bentuknya, ada yang diajak ngomong, diajak ‘main’, diajak ‘bercanda’, dan diajak bicara dari hati ke hati. Salah satunya dalam bentuk terror itu,” ujarnya. Muzani sendiri mengaku diajak bercanda tanpa menyebut detil apa maksudnya bercanda tersebut.

(dari berbagai sumber, foto : courtesy matanews)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: