RIBUAN BURUH JATENG TERANCAM AC-FTA, ADA SOLUSI ?

Solo, Fakta12

Akibat AC-FTA (ASEAN-China Free Trade Area) sudah mulai terbayang di depan mata. Dalam Sarasehan Buruh Sukses di Gedung Buruh, Kepatihan Wetan, Jebres (Jumat 19/2) misalnya penilaian tersebut mengemuka. Rekson Silaban, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) berpendapat kemungkinan sebanyak sekitar 55.000 buruh di Jawa Tengah terancam terkena Putus Hubungan Kerja (PHK) pada tahun 2010. Hal itu dikarenakan banyaknya perusahaan besar yang bangkrut lantaran produknya tak mampu bersaing di pasaran.

Sementara itu di lain pihak produk China mengalir deras ke pasaran dalam negeri dengan jenis yang sama dengan produk lokal tetapi dengan harga yang jauh lebih murah. Industri domestik jika tidak diantisipasi jelas akan kalah bersaing, bahkan di pasar domestik itu sendiri. Padahal industri domestik selama ini adalah tumpuan begitu banyak masyarakat dalam hal memberikan pekerjaan.

Sementara itu Kadin Indonesia sendiri sudah mencoba mengantisipasi dampak AC-FTA tersebut dengan membuat beberapa analisa skenario sampai 5 tahun kedepan. Seperti disarikan dari http://www.metrotvnews.com (17/2), 4 skenario telah dianalisis sebagai dampak pemberlakuan AC-FTA di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah :

Skenario pertama, adalah skenario ekstrim mengikuti tren lima tahun terakhir ketika ekspor tumbuh 25,9%, impor tumbuh 36,5% pada 2015. Sehingga defisit perdagangan mencapai US$47,7 miliar.

Skenario kedua, yakni semi ekstrim 1 diperkirakan akan menghasilkan pertumbuhan ekspor 25,9% dan impor 30%. Sehingga, defisit perdagangan mencapai US$26,7 miliar.

Dalam skenario ekstrim 2, ekspor tumbuh 25,9% dan impor 25%. Kadin memperkirakan pada 2015 defisit perdagangan mencapai US$12,6 miliar.

Hal itu dipaparkan Benny Soetrisno, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, di Jakarta, Rabu (17/2).

Benny menggunakan data perdagangan sejak 2005 sampai 2009 sebagai pembanding, setelah ACFTA diberlakukan pertama kali di sektor pertanian sejak 2004. Neraca perdagangan mengalami defisit dari US$0,59 miliar menjadi US$3,3 miliar.

“Ketiga skenario ini akan berdampak buruk bagi kinerja perdagangan dan perekonomian. Defisit perdagangan menjadi sangat besar,” tuturnya.

Di sisi lain, imbuh Benny, impor dari China lebih pada barang jadi sehingga tidak banyak mendorong kinerja total ekspor.
Namun Benny mencatat, ACFTA masih bisa memberikan dampak positif dalam skenario keempat. Dalam skenario optimis itu, ekspor tumbuh 25,9% dan impor ditekan hingga hanya tumbuh 20%.

“Jadi pada 2015 defisit perdagangan hanya US$1 miliar,” ujarnya.

Menurut dia, skenario optimis itu sedikit berpeluang mengamankan neraca perdagangan meski masih defisit. Tapi, kata Benny lagi, skenario optimis hanya dapat terjadi jika pemerintah berupaya melakukan perbaikan kebijakan yang terintegrasi di industri, perdagangan, moneter dan fiskal.

Bayangkan saja kalau Kadin Indonesia menganalisis 3 dari 4 skenario yang pesimistik, apalagi mayarakat luas, mereka gamang menghadapinya. Apalagi harapan untuk perbaikan kebijakan agar lebih terintegrasi antara bidang industri, perdagangan, moneter dan fiskal dari pengalaman sering terhambat “inkonsistensi” sikap pemerintah sendiri.

Semoga saja tantangan akibat pemberlakuan AC-FTA ini bisa kita sikapi bersama dengan arif, inovatif  dan konsisten. Pemerintah sebagai pemangku dan pengawas kebijakan membuat terobosan-terobosan kebijakan/regulasi yang inovatif serta konsisten. Dunia industri sebagai pelaku bisnis berusaha dengan ulet dan tabah tetapi tetap “compassionate” tinggi kepada pekerja-pekerjanya. Para Pekerja industri selain ulet dalam menuntut hak-haknya juga harus ulet dalam meningkatkan produktifitas. Sementara Masyarakat Konsumen sebagai pemakai produk dapat mendasarkan perilaku konsumsinya dengan dasar patriotisme yang tinggi….Masyarakat Jepang, Taiwan, Korea dan China bisa melakukannya sehingga menjadi negara industri maju dewasa ini, mengapa kita tidak bisa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: