WAKTU MENDESAK, AKHIRNYA LELANG HALTE BRT PENUNJUKAN LANGSUNG

Solo, Fakta12

Mendesaknya waktu dateline pengoperasian BRT di kota Solo diduga yang menyebabkan bahwa pembangunan halte dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung. Seperti diberitakan sebelumnya di Fakta12 tentang BRT (baca disini), sebanyak 24 halte BRT harus disiapkan sebelum dioperasikannya wahana transpor tersebut paling lambat April 2010 ini.

Dalam hal ini bukan berarti Pemkot mengabaikan prinsip-prinsip aturan mengenai pengadaan barang dan jasa. Buktinya proses lelang tentang pembangunan halte itu sendiri sudah berlangsung 3 kali. Sementara peminat pekerjaan pada lelang yang terakhir hanya ada satu investor peminat. Hal tersebut diungkapkan Kabag Kerja sama Sekretariat Daerah (Setda) Solo, Sudarmasto Moelyadi kepada wartawan saat ditemui dalam acara Mider Praja di Danukusuman, Jumat (19/2).

Darmasto, selanjutnya  mengatakan pekan ini, pihaknya telah melakukan penawaran lelang pengadaan halte BRT yang terakhir, namun hingga ketiga kalinya, hanya diminati oleh satu investor. “Kamis (18/2) kemarin, kita sudah buka penawaran terakhir, namun yang mengikuti masih satu perusahaan yang berminat. Maka sesuai prosedur, akan kita lakukan proses penunjukan langsung,” terang dia.

Selain waktu yang makin mendesak dari date line tersebut, Darmasto memperkirakan model penawaran lelang pengadaan halte bus ini memang tergolong baru. Karena kali ini, Pemkot menyerahkan sepenuhnya pendanaan pembangunan pada pihak swasta, lalu sebagai kompensasi pihak ketiga tersebutlah yang akan mendapatkan space iklan yang ada di halte dalam jangka waktu tertentu. Menurut Darmasto, dengan sistem seperti ini pihak peserta lelang yang berasal dari biro iklan juga harus mencari rekanan lain untuk bekerja sama di bidang pembangunan fisik halte.

Potensi Memundurkan Dateline Operasional BRT

Sementara itu secara terpisah Kepala Dishub Kota Solo, Yosca Herman S, tak menyangkal jika pengoperasian BRT terancam mundur dari rencana awal, mengingat hingga pertengahan Februari ini, belum ada pihak ketiga yang dinyatakan resmi sebagai pelaksana pengadaan halte BRT. Padahal, Herman mengaku pihaknya telah siap mengusung 15 unit BRT dari Jakarta ke Solo.
“Kita sebenarnya sudah di-oyak-oyak sama Pak Menteri Perhubungan untuk segera menyelesaikan halte sehingga BRT bisa langsung dioperasikan. Karena daerah lain, seperti Gorontalo dan Palembang, yang sama-sama menerima bantuan, saat ini sudah beroperasi BRT-nya,” ungkap dia.

(dari beberapa sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: