4 WILAYAH PROYEK DAK PENDIDIKAN KLATEN 2009 DIDUGA MENYIMPANG

Klaten, Fakta12

Ternyata DAK Pendidikan Klaten 2009 masih ditemukan penyimpangan juga. Tak kurang hal tersebut diduga terjadi di  empat kecamatan yaitu Kecamatan Klaten Utara, Ngawen, Tulung dan Gantiwarno. Seperti diungkapkan oleh Kepala Inspektorat Daerah Pemkab Klaten, Eko Medisoekasto yang mengatakan penyimpangan tersebut terungkap karena adanya kejanggalan lantaran Rencana Alokasi Biaya (RAB) awal tak sesuai dengan laporan akhir. Yaitu setiap perubahan isi RAB tidak disertakan dan laporannya tidak lengkap.

Hal lain berupa LPJ (Laporan Pertanggung jawaban, red) dimana laporan penggunaan dana yang tidak standar. Belum lagi Eko menilai ada juga laporan yang terkesan dibuat tergesa-gesa. Karena sebelum pihaknya memeriksa LPj, sekolah-sekolah penerima beramai-ramai memperbaikinya.

Seperti telah diceritakan terdahulu di Fakta12 (baca disini), memang sistem DAK pendidikan 2009 ini masih menyisakan kerawanan-kerawanan yang bersifat sistemik. Walau peran serta masyarakat sekitar dalam pembangunan dan pengawasan menjadi luas, tetapi bukan berarti peluang penyimpangan tidak akan terjadi karena sifat “sistemiknya” ini. Akibatnya semua penyimpangan sebenarnya sudah bisa diramalkan sebelumnya.

Adalah sangat penting jika masih ada waktu, pelaksanaan DAK pendidikan untuk tahun 2010 dilakukan revisi seperlunya sehingga mengurangi kerawanan-kerawanan sistemik yang mungkin masih akan muncul. Kedepan usulan kegiatan sebaiknya harus dari bawah (bottom up) baru setelah proposal dianggap memenuhi standar atau syarat minimum diproses diatas apakah layak tidaknya. Kesan ketergesaan di DAK 2009 masih kental terasa, semoga hal tersebut tidak terjadi lagi di 2010.

Ketua Komisi I DPRD Klaten, Sriyanto sendiri seperti membenarkan hal-hal kerawanan sistemik  seperti diatas . Dia mengatakan sekolah penerima DAK memang tidak berpengalaman mengelola proyek. Hal ini dapatlah dimaklumi sebab mereka adalah lembaga pendidikan, bukan kontraktor penggarap.

Menurutnya, pengelolaan oleh pihak ketiga mungkin bisa menjadi solusi kisruhnya pelaksanaan di lapangan. Atau bila perlu menerjunkan tim bimbingan teknis pelaksanaan proyek.

Di tahun 2009 lalu Kabupaten Klaten rupanya mengelola program DAK bidang pendidikan sebesar Rp 44 miliar. Dana tersebut berasal dari APBN sebesar Rp 40 miliar dan dana pendampingan Pemkab Klaten Rp 4 miliar. Peruntukannya, digunakan untuk melakukan rehabilitasi sedang atau berat pada 370 unit SD/MI penerima.

(dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: