• Top News

  • Pembaca online

  • BERITA PANGGILAN

    Kepada, Hermawan Susilo Wanto

    Dusun Ngaren RT 05 RW 05 Desa Monggot Kecamatan Geyer

     Kabupaten Grobogan

    akrab dengan panggilan mas wawan, kontributor Fakta12 untuk Wilayah Kabupaten Grobogan, dimohon untuk ke kantor redaksi.  Terima kasih

     

  • KALENDER

    Februari 2010
    S S R K J S M
    « Jan   Mar »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
  • Informasi Penting

  • ISTIBANK

  • Search Engine Optimization SEO

  • Lowongan Kerja Klik disini :

    Sarana berbagi informasi dunia kerja dan dunia usaha
  • peta SURAKARTA

    coba download disini !
  • Peta YOGYA

  • Peta SEMARANG

    download disini !
  • Komentar Publik

    Dinoto di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Mochammad di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Qiuh-qiuh di BAIKKAH LUNA DIJERAT UU-ITE…
    karno di SENO SAMUDRO-AGUS PURMANTO BUP…
    Dedhy Kasamuddin di DEMO SRAGEN AKHIRNYA RICU…
    vino g utomo di SHELTER MULAI DIGARAP, DIPERKI…
    vino g utomo di RUTE BRT SURAKARTA
    SHELTER MULAI DIGARA… di RUTE BRT SURAKARTA
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
  • google NEXIAN

  • SIMPLE PLACE

    SIMPLE PLACE

  • News & Media Blogs - BlogCatalog Blog Directory
  • PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia
  • Add to Technorati Favorites
  • Iklan

TERKAIT BUDAYA,PATUNG SLAMET RIYADI DIPERSOALKAN

Solo, Fakta12

Patung Brigjen Slamet Riyadi terletak di ujung timur jalan bernama sama, jalan Slamet Riyadi, tepatnya sebelum pintu masuk alun-alun utara keraton Surakarta, Solo atau yang lazim disebut Gladag. Yang menjadi persoalan rupanya patung ini dipersoalkan karena dianggap tidak mengindahkan budaya asli Solo dalam penempatannya.

Seperti diberitakan oleh Joglosemar (25/10), maka patung tersebut dianggap tidak menciuri kebudayaan masyarakat Kota Surakarta. Posisinya yang sedikit ngungkuri keraton, dinilai mengabaikan kesantunan terhadap keraton, sebagai sumber budaya di Surakarta.

“Masyarakat maunya ngrungkebi (membela) nama Solo tetapi lupa pada perawatan nilai kebudayaan. Dan posisi patung Slamet Riyadi di Geladak, merupakan wujud orang Jawa yang telah hilang Jawanya. Karena Gladak adalah wajah Keraton Surakarta Hadiningrat,” kata Guru Besar Lintas Budaya FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof DR Andrik Purwasito, DEA.

Sementara itu Pengageng III Keraton Surakarta Hadiningrat, KRMH Satryo Hadinagoro, justru lebih jauh lagi mempersoalkan keberadaan patung Slamet Riyadi. Menurut dia, patung itu tidak mencirikan kebudayaan masyarakat Solo.

Mungkin redaksi sedikit bisa mengomentari pendapat yang mempersoalkan penempatan patung ini. Disatu sisi Pak Slamet (seperti banyak rekan seperjuangannya dulu akrab memanggil), adalah ikon perjuangan rakyat Solo mempertahankan kemerdekaan 1945. Kemerdekaan 1945 ini jelas banyak rakyat Indonesia memandang dengan keluhuran yang mutlak (ultimate). Sebabnya semua budaya asli yang ada di Indonesia ini tidak mungkin “diuri-uri” seperti sekarang ini tanpa kemerdekaan Nasional…..

Semoga persoalan budaya ini segera mendapat perhatian bersama dan selesai secara elegant. Solo punya sejarah panjang baik dari segi budaya maupun dari segi pergerakan kemerdekaan dan aksi mempertahankannya. Semoga 2 sisi ini makin memperkuat kita, bukan saling “menafikan”.

(Foto Courtesy andy.web.id)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. pokoknya maju soloku hidup indonesia ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: