KELURAHAN DI SOLO SEBAGIAN BESAR ENDEMIS DBD

Solo, Fakta12

Ini sebuah kabar yang cukup memprihatinkan. Ternyata dari 51 kelurahan di kota Solo, ada 45 yang masih endemis DBD (penyakit Demam Berdarah Dengue, red). Status endemis di hampir semua wilayah Solo itu sangat mengkhawatirkan, karena pada tiga tahun terakhir, Solo selalu berkutat dengan masalah yang sama, bahkan terjadi peningkatan 64% kasus DB awal tahun ini dibanding tahun 2009.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Siti Wahyuningsih mengatakan, sudah mengupayakan berbagai macam cara. Namun semuanya berujung pada kesadaran masyarakat yang belum sesuai dengan harapan. “Kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN masih rendah,” kata Siti saat ditemui di Balaikota, Senin (8/3).
Sementara itu Koordinator Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PL) Puskesmas Purwosari, Aji Danarto mengatakan, semua kelurahan yang berada di area pengawasan mereka, berstatus endemis. Tiga kelurahan itu adalah Purwosari, Kerten dan Jajar.
Aji menyebutkan ada tiga faktor penyebab meningkatnya jumlah kasus. Yakni siklus lima tahunan, pergantian musim penghujan ke kemarau dan yang terakhir adalah perhatian masyarakat akan PSN masih kurang.

Memang yang paling memprihatinkan adalah perhatian masyarakat ini. Sebab seperti di jelaskan terdahulu (baca artikel sebelumnya disini) bahwa drainase perkotaan terutama pemukiman di kota Solo dirasa perlu banyak perbaikan. Tak kurang komisi II DPRD Solo sendiri yang mensinyalir hal tersebut. Padahal drainase yang tidak berfungsi semestinya, terutama di musim penghujan akan sangat memberi peluang jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti pembawa penyakit DB tumbuh dan berkembang.

Percuma saja memang  jika masing-masing rumah sudah diadakan gerakan bersih dan menguras suspect sarang-sarang nyamuk, sementara drainase di luar rumah tidak diperbaiki apalagi saling di jaga oleh warga sendiri. Dalam hal ini kerjasama pemerintah kota (lewat dinas terkait) bersama-sama warga harus makin terjalin erat. Pemkot lewat dinas terkait merancang dan membenahi sistem drainase yang ada atau direncanakan akan ada. Sementara warga terus menjaga drainase yang masih berfungsi.

(dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: