• Top News

  • Pembaca online

  • BERITA PANGGILAN

    Kepada, Hermawan Susilo Wanto

    Dusun Ngaren RT 05 RW 05 Desa Monggot Kecamatan Geyer

     Kabupaten Grobogan

    akrab dengan panggilan mas wawan, kontributor Fakta12 untuk Wilayah Kabupaten Grobogan, dimohon untuk ke kantor redaksi.  Terima kasih

     

  • KALENDER

    Maret 2010
    S S R K J S M
    « Feb   Apr »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Informasi Penting

  • ISTIBANK

  • Search Engine Optimization SEO

  • Lowongan Kerja Klik disini :

    Sarana berbagi informasi dunia kerja dan dunia usaha
  • peta SURAKARTA

    coba download disini !
  • Peta YOGYA

  • Peta SEMARANG

    download disini !
  • Komentar Publik

    Dinoto di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Mochammad di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Qiuh-qiuh di BAIKKAH LUNA DIJERAT UU-ITE…
    karno di SENO SAMUDRO-AGUS PURMANTO BUP…
    Dedhy Kasamuddin di DEMO SRAGEN AKHIRNYA RICU…
    vino g utomo di SHELTER MULAI DIGARAP, DIPERKI…
    vino g utomo di RUTE BRT SURAKARTA
    SHELTER MULAI DIGARA… di RUTE BRT SURAKARTA
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
  • google NEXIAN

  • SIMPLE PLACE

    SIMPLE PLACE

  • News & Media Blogs - BlogCatalog Blog Directory
  • PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia
  • Add to Technorati Favorites
  • Iklan

KELURAHAN DI SOLO SEBAGIAN BESAR ENDEMIS DBD

Solo, Fakta12

Ini sebuah kabar yang cukup memprihatinkan. Ternyata dari 51 kelurahan di kota Solo, ada 45 yang masih endemis DBD (penyakit Demam Berdarah Dengue, red). Status endemis di hampir semua wilayah Solo itu sangat mengkhawatirkan, karena pada tiga tahun terakhir, Solo selalu berkutat dengan masalah yang sama, bahkan terjadi peningkatan 64% kasus DB awal tahun ini dibanding tahun 2009.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta, Siti Wahyuningsih mengatakan, sudah mengupayakan berbagai macam cara. Namun semuanya berujung pada kesadaran masyarakat yang belum sesuai dengan harapan. “Kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN masih rendah,” kata Siti saat ditemui di Balaikota, Senin (8/3).
Sementara itu Koordinator Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PL) Puskesmas Purwosari, Aji Danarto mengatakan, semua kelurahan yang berada di area pengawasan mereka, berstatus endemis. Tiga kelurahan itu adalah Purwosari, Kerten dan Jajar.
Aji menyebutkan ada tiga faktor penyebab meningkatnya jumlah kasus. Yakni siklus lima tahunan, pergantian musim penghujan ke kemarau dan yang terakhir adalah perhatian masyarakat akan PSN masih kurang.

Memang yang paling memprihatinkan adalah perhatian masyarakat ini. Sebab seperti di jelaskan terdahulu (baca artikel sebelumnya disini) bahwa drainase perkotaan terutama pemukiman di kota Solo dirasa perlu banyak perbaikan. Tak kurang komisi II DPRD Solo sendiri yang mensinyalir hal tersebut. Padahal drainase yang tidak berfungsi semestinya, terutama di musim penghujan akan sangat memberi peluang jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti pembawa penyakit DB tumbuh dan berkembang.

Percuma saja memang  jika masing-masing rumah sudah diadakan gerakan bersih dan menguras suspect sarang-sarang nyamuk, sementara drainase di luar rumah tidak diperbaiki apalagi saling di jaga oleh warga sendiri. Dalam hal ini kerjasama pemerintah kota (lewat dinas terkait) bersama-sama warga harus makin terjalin erat. Pemkot lewat dinas terkait merancang dan membenahi sistem drainase yang ada atau direncanakan akan ada. Sementara warga terus menjaga drainase yang masih berfungsi.

(dari berbagai sumber)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: