SHELTER MULAI DIGARAP, DIPERKIRAKAN JUNI BRT SOLO SIAP OPERASI

Solo, Fakta12

Sedikit terhambatnya pengoperasian BRT Solo  mulai menunjukkan titik terang. Dari keterangan Dishub Solo, Rabu (6/5) didapat info bahwa seluruh unit bus bantuan hibah Departemen Perhubungan telah berada di garasi Perum DAMRI, Palur. Sementara untuk pengoperasiannya nanti menunggu selesai seluruh pembangunan halte/shelter  BRT tersebut.

Pembangunan Shelter Purwosari (intermoda dengan KA Prameks)

Banyaknya shelter adalah 35 buah terdiri dari 24 buah berada di wilayah kota Solo sementara 11 buah berada di wilayah Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo. Diharapkan paling lambat akhir Juni nanti BRT siap dioperasikan.

Dari pengamatan di lapangan memang beberapa shelter telah dibangun. Seperti di Purwosari dan Gladag, depan Bank Niaga Slamet Riyadi. Keterangan dari seorang pekerja pelaksana pembangunan shelter mengatakan untuk shelter Gladag Bank Niaga mulai dibangun hari Selasa (4/5), sementara untuk Purwosari baru dilaksanakan hari ini (Rabu 6/5, red). Konstruksi shelter sendiri terlihat menggunakan kerangka besi baja dan rencananya menggunakan dinding alumunium dan kaca.

Staff Kabid. Angkutan Dishub yaitu Taufik, mewakili pimpinannya Agus Karnadi mengatakan bahwa pelaksana pekerjaan dari DERAS diminta untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. “SPK dimulai Akhir April untuk 2 bulan kerja. Insyaallah akhir Juni semua sudah siap. Tapi tentang waktu mulai dan tanggal peresmian tergantung dengan kebijakan walikota nantinya,” kata Taufik.

Pembangunan Shelter Gladag-Bank Niaga

Mengenai bentuk pembayaran karcis bus BRT bisa dilakukan dengan 2 cara nantinya. Cara pertama membayar dengan uang pas , cara kedua dengan “smart card” yang digesekkan ke alat sensor khusus. “Sistemnya smart card seperti pulsa telepon, sehingga setiap pemakaian BRT  jumlah nominalnya nanti akan berkurang, tetapi bisa ditambah lagi nilainya di counter-counter tertentu. Besarnya biaya sekali jalan direncanakan berkisar antara Rp. 3000 sampai maksimal Rp. Rp.3500,” lanjut Taufik.

BRT sendiri untuk sementara menggunakan trayek yang sudah dijalankan moda transportasi sebelumnya yaitu bus DAMRI AC Kartosuro-Solo-Palur (lihat disini). “Jadi pengoperasiannya tidak akan berpengaruh terhadap moda transportasi lain maupun penghasilan perusahaan otobis dalam kota lainnya. BRT seperti peningkatan mutu moda dari Bus DAMRI AC,” kata Taufik lagi. Sementara dari uji rencana pelaksanaan yang dilakukan Dishub Solo nantinya BRT dioperasikan dengan waktu tunggu 8 menit.

Rel dalam kota dan Railway Rapid Transportation

Dalam kesempatan yang sama tak lupa rekan fakta menanyakan tentang bagaimana perkembangan rencana railway rapid transportation yang rencananya akan menggunakan loup atau jalur melingkar rel KA yang dahulu pernah ada. Taufik mewakili Dishub selanjutnya menerangkan bahwa rencana tersebut baru dalam tahap proposal perencanaan. Nanti bekerjasama dengan GTZ Jerman dalam perancangan, pembangunan dan pelaksanaannya. “Kami kurang tahu nanti bagaimana kelanjutan konkritnya, tetapi yang jelas proposal dibawa ke direktorat jenderal perkereta apian, Departemen Perhubungan untuk dipelajari dan disetujui. Pengoperasiannya nanti wewenangnya dilakukan PT KAI,”

(AWA/SUL)

Satu Tanggapan

  1. semoga bisa cepat terwujud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: