SAMPAH MENGGUNUNG, WARGA EKSODUS

Solo, fakta12

Ini benar-benar terjadi di TPA Putri Cempo, Mojosongo. TPA yang menjadi pembuangan akhir sampah se-kota Solo tersebut bisa membuat warga di sekitarnya eksodus atau mengungsi. Bagaimana tidak, tumpukan sampah yang seharusnya ditempatkan di areal dalam TPA (relatif jauh dari pemukiman), selama beberapa hari terakhir terpaksa dibongkar di areal depan karena jalan akses yang rusak.

Hal inilah yang menyebabkan sebanyak 4 KK di dekat TPA memilih eksodus, kos atau menumpang di tempat lain dahulu karena bau yang menyengat, terutama karena hujan beberapa hari ini sangat tidak tertahankan oleh mereka. Mereka termasuk dalam RT 6/RW XI Jatirejo, Mojosongo.

Walau sebagian jalan sudah bisa diperbaiki dari pengamatan renkan Fakta pada Selasa(18/5), tetapi para sopir truk DKP belum berani melewatinya dalam keadaan bermuatan. Akibatnya pembongkaran masih terus dilakukan di areal depan TPA.

Penanganan dari DKP dan Pemkot Solo memang sudah ada dimana secara cepat tanggap Sekda kota Solo segera meminta bantuan Balai Besar Sungai Bengawan Solo Wonogiri agar meminjamkan 1 buah bull dozer. Bulldozer tersebut sudah datang 1 hari dan mulai dioperasikan (lihat gambar).

Tetapi memang terkesan bantuan tersebut belum sepenuhnya mengatasi masalah. Volume sampah perharinya di kota Solo cukup besar.  Dari keterangan pelaksana DKP di lapangan yang tidak mau disebutkan namanya, besar volume sampah yang di buang di Putri cempo mencapai 220-225 ton, dari 250-260ton yang dihasilkan kota Solo per-harinya.

Bayangkan volume sampah sebesar ini hanya dilayani dengan alat-alat berat yang tidak lengkap (hanya 3 alat berat berfungsi) dari 8 yang dimiliki DKP Solo. Itupun dengan kondisi operasi 50% normal. Seperti dijelaskan sendiri Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo, Satrio Teguh Subroto, bahwa pengadaan alat berat baru sangat-sangatlah mahal dan  tidak memungkinkan dalam waktu dekat. Dia mencontohkan, untuk pengadaan tiga hingga empat alat berat baru membutuhkan dana sekitar Rp 12 miliar.

Nah, bagaimana ini Pemkot Solo ? Masalah sampah kan masalah yang sangat mendasar sekali, kita selalu memproduksinya setiap hari lho. Kalau masalah ini berlarut-larut ya bisa jadi “bencana lingkungan” nih. Moga-moga menjadikan periksa bagi jajaran pemkot….amin

(awa)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: