• Top News

  • Pembaca online

  • BERITA PANGGILAN

    Kepada, Hermawan Susilo Wanto

    Dusun Ngaren RT 05 RW 05 Desa Monggot Kecamatan Geyer

     Kabupaten Grobogan

    akrab dengan panggilan mas wawan, kontributor Fakta12 untuk Wilayah Kabupaten Grobogan, dimohon untuk ke kantor redaksi.  Terima kasih

     

  • KALENDER

    Mei 2010
    S S R K J S M
    « Apr   Jun »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Informasi Penting

  • ISTIBANK

  • Search Engine Optimization SEO

  • Lowongan Kerja Klik disini :

    Sarana berbagi informasi dunia kerja dan dunia usaha
  • peta SURAKARTA

    coba download disini !
  • Peta YOGYA

  • Peta SEMARANG

    download disini !
  • Komentar Publik

    Dinoto di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Mochammad di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Qiuh-qiuh di BAIKKAH LUNA DIJERAT UU-ITE…
    karno di SENO SAMUDRO-AGUS PURMANTO BUP…
    Dedhy Kasamuddin di DEMO SRAGEN AKHIRNYA RICU…
    vino g utomo di SHELTER MULAI DIGARAP, DIPERKI…
    vino g utomo di RUTE BRT SURAKARTA
    SHELTER MULAI DIGARA… di RUTE BRT SURAKARTA
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
  • google NEXIAN

  • SIMPLE PLACE

    SIMPLE PLACE

  • News & Media Blogs - BlogCatalog Blog Directory
  • PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia
  • Add to Technorati Favorites
  • Iklan

SHELTER BST AKAN DIROMBAK

Solo, Fakta12

Peninjauan Walikota, Jokowi beberapa waktu yang lalu (25/5) di lokasi pembangunan shelter BST Purwosari berbuntut. Protes para tukang becak yang mangkal disekitar lokasi shelter Purwosari sepertinya didengar. Oleh Jokowi Shelter BST Purwosari diminta dipindahkan ke jalur lambat, bukan di trotoar seperti sebelumnya.

Sementara itu rencana atau desain setiap shelter pun akan mengalami perubahan setelah ada surat protes karena terkesan sedikit mengabaikan kaum difabel.

Surat tersebut dilayangkan Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Prof Dr Soeharso tertanggal 20/5/2010 bernomor 446/PPRBM-DIR/V/2010. Dalam hal itu PPRBM menyoal tentang kecuraman akses jalan masuk ke atas shelter yang melebihi 20 derajat, padahal standar aksestabilitas untuk difabel hanya maksimal 10 sampai 15 derajat saja. Menyangkut masalah ini melalui juru bicaranya Siti Karimah, sampai mendesak digelar audiensi dengan Pemkot dan pelaksana pekerjaan.

Menanggapi masalah tersebut Pemkot kelihatan menanggapi dengan cepat. Budi Suharto, Sekretaris Daerah (Sekda) Solo menyampaikan bahwa untuk pembangunan shelter di seluruh 24 titik akan dirombak sehingga bisa mengakomodasi kaum difabel. “Ya, akan kita revisi. Bukan berarti akan revisi total, tapi rombak sebagian, yaitu bagian yang dianggap belum mengakomodasi kebutuhan difabel. Karena, perlu saya tekankan, soal aksesibilitas itu sebenarnya sudah ada dalam perjanjian Pemkot dengan rekanan,” kata Budi ditemui wartawan Kamis (27/5).

(tim)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: