TAYANGAN GAMBAR VIDEO PORNO MIRIP ARIEL MULAI MENUAI REAKSI KERAS

Jakrta, Fakta12

Rekasi keras itu muncul dari berbagai kalangan seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) serta Ketua Komisi VIII DPR. Bahkan video porno mirip artis papan atas saat ini seperti Ariel, Luna Maya dan Cut Tari itu, membuat KPI mengeluarkan surat edaran yang melarang TV menayangkan potongan gambarnya.

Kasus yang sudah menggegerkan jagat dunia maya itu tidak diperkenankan lagi oleh KPI untuk ditayangkan lewat surat edaran yang disampaikan kemarin oleh Ketua KPI Dadang Rahmat seperti dilansir oleh media online lainnya.

Menurut Dadang, KPI hanya melarang menayangkan gambar yang bersifat cabul siapa pun yang berada dalam adegan video tersebut, bukan melarang pemberitaan tentang peristiwa hebohnya video porno mirip artis itu. Media penyiaran khususnya televisi diharap mematuhi kode etik jurnalistik sesuai UU Pers serta UU Penyiaran untuk tidak menayangkan adegan mesum dalam video tersebut.

Terhadap ketentuan ini KPI tak segan akan menuntut sesuai pasal 36 UU Penyiaran tentang tayangan bersifat cabul.

Senada, juga disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar kemarin.Menurutnya tayangan video tersebut sudah bukan sekedar informasi, namun dapat berdampak buruk pada anak-anak. Dia menambahkan, maraknya video para artis ini menunjukkan krisis moral kian meningkat di tanah air. Menurutnya, para pelaku yang dengan sengaja menyebarkan video porno tersebut harus ditindak tegas.

Komnas Perlindungan Anak yang diketuai oleh Arist Merdeka Sirait juga mendesak TV untuk menghentikan tayangkan video porno mirip Ariel tersebut.

Sementara itu Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding juga mengapresiasi terhadap surat pemanggilan yang dikeluarkan Bareskrim Polri kepada Ariel, Luna, dan Cut Tari. Meskipun Polri diminta mengambil sikap cepat terhadap kasus yang lain pula. Kadir berharap Polri menindaklanjuti kasus ini dengan objektif. Sehingga kejadian serupa yang mencoret muka dunia hiburan tidak terjadi lagi. UU sudah jelas tinggal bagaimana melaksanakannya. (dt)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: