KEGIATAN BUGIL DEPAN KAMERA DAN PORNOGRAFI , INDONESIA MENEMPATI URUTAN PERTAMA

Dalam hal pornografi dilihat dari Asia, Indonesia menempati urutan pertama juga ukuran sedunia selama google ada, sebagai pengakses pornografi. Untuk kategori teks porno tertentu, Indonesia nomor 1 sebagai pengakses untuk empat tahun berturut-turut.

Hal itu bisa kita cek lewat google dengan fasilitas yang bernama google trend.: http://www.google.com/trends?q=porn+asia&ctab=0&geo=all&date=all&sort=0

Hal itu juga disampaikan oleh Peri Umar Farouk, Tim Kerja Gerakan Jangan Bugil Depan Kamera (JBDK) Senin kemarin.

Gerakan “Jangan Bugil Depan Kamera” yang semula hanya berupa kampanye penyadaran serta ajakan moral untuk tidak memperbesar angka fenomena ‘Bugil Depan Kamera’ di Indonesia , yang konkritnya ditandai dengan menempelkan logo kampanye di website/blog serta janji untuk ‘tidak bugil di depan kamera’, semakin menemukan bentuk tindaklanjutnya. Mengingat bahwa Internet telah menjadikan dunia bagaikan sebuah desa kecil. Apa yang terjadi di belahan barat bisa diakses hanya dalam bilangan detik. Dalam penggunaannya teknologi dapat diumpamakan sebuah pisau, tergantung siapa yang menggunakannya. Bisa untuk memotong hewan sembelihan dan bisa juga membunuh lawan. Salah satu ekses negatif dari teknologi informasi, internet, tv dan handphone terutama aktivitas yang bersifat pornografi.

Terlebih setelah mencuatnya kasus dugaan pornografi oleh pelaku dan penyebaran lewat internet seperti menimpa pada Yahya Zaini dan Maria Eva, serta gosip terkini yang menimpa Ariel – Luna – Cut Tari yang berkasnya telah sampai di kepolisian.

“Kami dengan dukungan berbagai pihak, terutama media dan kalangan aktivis anti-pornografi, berupaya untuk tidak berhenti dan terus mengembangkan pendekatan-pendekatan kreatif dan ramah dalam merawat problematika ‘Bugil Depan Kamera’ dan pornografi Indonesia pada umumnya,” jelas Peri.

Kenapa begitu semangat berbugil di depan kamera ? Kalau di kalangan remaja ada dua faktor. Pertama, syarat bergaul yang sudah sedemikian rupa sehingga ungkapan kasih sayang dengan cara seperti itu. Kedua, kalau di kalangan para remaja pria, itu layaknya dia punya motor. Kalau punya motor dicoba dengan trek-trekan (kebut-kebutan). Kalau yang punya pacar, berlomba dengan bagus-bagusan pose. Bagi calon korban sendiri apa tindakan kita sebagai pencegahan?Yang harus dikomunikasikan paling minimal adalah tiga hal, Pertama jangan bikin materi porno baru, bagi perempuan jangan mau merekam, apapun alasannya jangan berpose bugil. Kedua, jangan jadi penyebar. Ketiga, hapus konten porno baik koleksi pribadi ataupun milik orang lain. Semua itu kita lakukan agar negeri ini jangan sampai tenar dan kesohor bukan karena prestasi dan capaian positif lainnya, melainkan malah tindakan pornografiny.(cs/es)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: