ABDULLAH SUNATA DITERBANGKAN HIDUP-HIDUP KE JAKARTA

Klaten, Fakta12

Empat tersangka teroris Agus Mahmudi, Roni, Anisa Nurhasanah dan Heru Kuncoro alias Sogir, sudah diterbangkan menuju Jakarta. Selain empat tersangka, Densus juga berhasil menangkap hidup-hidup Abdullah Sunata. Jasad Yuli Harsono telah diterbangkan ke Jakarta. Yuli yang pecatan TNI AD itu diduga menembak mati Anggota Polres Purworejo Briptu Iwan Eko Nugroho dan Bripka Wagino, pada April lalu.

Kakak Yuli, Rojikin (34), adiknya dulunya merupakan anggota TNI. Dia juga aktif terlibat JI dan sering mengikuti pengajian dengan teman-temannya di Solo, Jawa Tengah.

Pada pertengahan 2002, Yuli sempat diberi nasihat dan peringatan oleh keluarganya untuk tidak lagi terlibat aktif dalam jaringan Islam bergaris keras itu. ”Keluarga sudah berkali-kali menasihati. Yuli, mbok kamu tidak usah lagi ikut pengajian seperti itu. Lebih baik kamu tekuni pekerjaanmu di TNI,” tegas Rojikin.

Katanya, Yuli berani membolos dan meninggalkan tugasnya di Pusdiklathub TNI-AD Bandung hanya demi mengikuti pengajian JI mengakibatkan statusnya sebagai TNI bermasalah. Dia pernah ditahan dengan tuduhan melakukan pencurian amunisi sisa-sisa latihan di markas.

Tim Labfor Mabes Polri melakukan olah TKP di rumah Mulyono Kampung Girimulyo, Kelurahan Gergunung dan di rumah kos milik Sugiman, Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Kamis (24/6).

Barang bukti yang disita dari lokasi penggerebekan di Gergunung Klaten yakni puluhan peralatan pembuat bom. ”Puluhan peralatan pembuat bom ini disita dari salah satu tersangka yang digerebek di Gergunung, Klaten kemarin,” kata Kasat Brimobda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) AKBP Laksana saat gelar barang bukti teroris di Markas Satbrimobda DIY, Kamis (24/6).

Dari sejak awal Kades Belang Wetan Hartono mencurigai gerak – gerik salah satu penghuni kos yang diduga mirip Abdullah Sunata. Hal itu sesuai laporan Sugiman pemilik kos yang sempat memberitahukan sebelumnya.

Dia selalu pergi pagi-pagi dan pulang sore harinya. Saat meninggalkan kamar, pria tersebut terlihat membawa benda-benda mirip alat pertanian. ”Kalau yang satu sudah sekitar tiga bulan ngekos di tempat Pak Sugiman. Dua orang lagi baru datang sekitar tiga hari lalu, hingga akhirnya ada kejadian penangkapan,” katanya.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, menemukan sejumlah dokumen penting di Klaten. Diduga dokumen yang ditemukan terkait rencana sasaran teror yakni Kedubes Denmark dan Mabes Polri. Selain dokumen, ditemukan pula bahan peledak. Dokumen itu, kini masih didalami Densus.

”Ada sebuah dokumen penting yang kami temukan di lokasi kejadian. Selain tiga pucuk senjata api,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang usai meninjau Mapolresta Malang, Kamis (24/6). Edward menambahkan di dalam dokumen itu diduga ada kaitan dari jaringan para teroris pernah berlatih di Aceh. Polri akan mempelajari terlebih dahulu. ”Nanti, pasti kami akan sampaikan apa isi dari dokumen itu,” ujarnya. (js/dtc/ok/es)

%d blogger menyukai ini: