• Top News

  • Pembaca online

  • BERITA PANGGILAN

    Kepada, Hermawan Susilo Wanto

    Dusun Ngaren RT 05 RW 05 Desa Monggot Kecamatan Geyer

     Kabupaten Grobogan

    akrab dengan panggilan mas wawan, kontributor Fakta12 untuk Wilayah Kabupaten Grobogan, dimohon untuk ke kantor redaksi.  Terima kasih

     

  • KALENDER

    Juni 2010
    S S R K J S M
    « Mei   Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Informasi Penting

  • ISTIBANK

  • Search Engine Optimization SEO

  • Lowongan Kerja Klik disini :

    Sarana berbagi informasi dunia kerja dan dunia usaha
  • peta SURAKARTA

    coba download disini !
  • Peta YOGYA

  • Peta SEMARANG

    download disini !
  • Komentar Publik

    Dinoto di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Mochammad di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Qiuh-qiuh di BAIKKAH LUNA DIJERAT UU-ITE…
    karno di SENO SAMUDRO-AGUS PURMANTO BUP…
    Dedhy Kasamuddin di DEMO SRAGEN AKHIRNYA RICU…
    vino g utomo di SHELTER MULAI DIGARAP, DIPERKI…
    vino g utomo di RUTE BRT SURAKARTA
    SHELTER MULAI DIGARA… di RUTE BRT SURAKARTA
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
  • google NEXIAN

  • SIMPLE PLACE

    SIMPLE PLACE

  • News & Media Blogs - BlogCatalog Blog Directory
  • PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia
  • Add to Technorati Favorites
  • Iklan

ABDULLAH SUNATA DITERBANGKAN HIDUP-HIDUP KE JAKARTA

Klaten, Fakta12

Empat tersangka teroris Agus Mahmudi, Roni, Anisa Nurhasanah dan Heru Kuncoro alias Sogir, sudah diterbangkan menuju Jakarta. Selain empat tersangka, Densus juga berhasil menangkap hidup-hidup Abdullah Sunata. Jasad Yuli Harsono telah diterbangkan ke Jakarta. Yuli yang pecatan TNI AD itu diduga menembak mati Anggota Polres Purworejo Briptu Iwan Eko Nugroho dan Bripka Wagino, pada April lalu.

Kakak Yuli, Rojikin (34), adiknya dulunya merupakan anggota TNI. Dia juga aktif terlibat JI dan sering mengikuti pengajian dengan teman-temannya di Solo, Jawa Tengah.

Pada pertengahan 2002, Yuli sempat diberi nasihat dan peringatan oleh keluarganya untuk tidak lagi terlibat aktif dalam jaringan Islam bergaris keras itu. ”Keluarga sudah berkali-kali menasihati. Yuli, mbok kamu tidak usah lagi ikut pengajian seperti itu. Lebih baik kamu tekuni pekerjaanmu di TNI,” tegas Rojikin.

Katanya, Yuli berani membolos dan meninggalkan tugasnya di Pusdiklathub TNI-AD Bandung hanya demi mengikuti pengajian JI mengakibatkan statusnya sebagai TNI bermasalah. Dia pernah ditahan dengan tuduhan melakukan pencurian amunisi sisa-sisa latihan di markas.

Tim Labfor Mabes Polri melakukan olah TKP di rumah Mulyono Kampung Girimulyo, Kelurahan Gergunung dan di rumah kos milik Sugiman, Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara, Kamis (24/6).

Barang bukti yang disita dari lokasi penggerebekan di Gergunung Klaten yakni puluhan peralatan pembuat bom. ”Puluhan peralatan pembuat bom ini disita dari salah satu tersangka yang digerebek di Gergunung, Klaten kemarin,” kata Kasat Brimobda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) AKBP Laksana saat gelar barang bukti teroris di Markas Satbrimobda DIY, Kamis (24/6).

Dari sejak awal Kades Belang Wetan Hartono mencurigai gerak – gerik salah satu penghuni kos yang diduga mirip Abdullah Sunata. Hal itu sesuai laporan Sugiman pemilik kos yang sempat memberitahukan sebelumnya.

Dia selalu pergi pagi-pagi dan pulang sore harinya. Saat meninggalkan kamar, pria tersebut terlihat membawa benda-benda mirip alat pertanian. ”Kalau yang satu sudah sekitar tiga bulan ngekos di tempat Pak Sugiman. Dua orang lagi baru datang sekitar tiga hari lalu, hingga akhirnya ada kejadian penangkapan,” katanya.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, menemukan sejumlah dokumen penting di Klaten. Diduga dokumen yang ditemukan terkait rencana sasaran teror yakni Kedubes Denmark dan Mabes Polri. Selain dokumen, ditemukan pula bahan peledak. Dokumen itu, kini masih didalami Densus.

”Ada sebuah dokumen penting yang kami temukan di lokasi kejadian. Selain tiga pucuk senjata api,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang usai meninjau Mapolresta Malang, Kamis (24/6). Edward menambahkan di dalam dokumen itu diduga ada kaitan dari jaringan para teroris pernah berlatih di Aceh. Polri akan mempelajari terlebih dahulu. ”Nanti, pasti kami akan sampaikan apa isi dari dokumen itu,” ujarnya. (js/dtc/ok/es)

Iklan
%d blogger menyukai ini: