• Top News

  • Pembaca online

  • BERITA PANGGILAN

    Kepada, Hermawan Susilo Wanto

    Dusun Ngaren RT 05 RW 05 Desa Monggot Kecamatan Geyer

     Kabupaten Grobogan

    akrab dengan panggilan mas wawan, kontributor Fakta12 untuk Wilayah Kabupaten Grobogan, dimohon untuk ke kantor redaksi.  Terima kasih

     

  • KALENDER

    Juli 2010
    S S R K J S M
    « Jun   Agu »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Informasi Penting

  • ISTIBANK

  • Search Engine Optimization SEO

  • Lowongan Kerja Klik disini :

    Sarana berbagi informasi dunia kerja dan dunia usaha
  • peta SURAKARTA

    coba download disini !
  • Peta YOGYA

  • Peta SEMARANG

    download disini !
  • Komentar Publik

    Dinoto di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Mochammad di Kuota 20 Persen Dianggap Rugik…
    Qiuh-qiuh di BAIKKAH LUNA DIJERAT UU-ITE…
    karno di SENO SAMUDRO-AGUS PURMANTO BUP…
    Dedhy Kasamuddin di DEMO SRAGEN AKHIRNYA RICU…
    vino g utomo di SHELTER MULAI DIGARAP, DIPERKI…
    vino g utomo di RUTE BRT SURAKARTA
    SHELTER MULAI DIGARA… di RUTE BRT SURAKARTA
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
    Hilmy Khoiri di 42 TEWAS AKIBAT LAKALANTAS DI…
  • google NEXIAN

  • SIMPLE PLACE

    SIMPLE PLACE

  • News & Media Blogs - BlogCatalog Blog Directory
  • PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia
  • Add to Technorati Favorites
  • Iklan

KEJAGUNG BERSEDIA USUT REKENING GENDUT PERWIRA POLRI

JAKARTA – Tentang dugaan rekening yang gendut yang dimiliki perwira Polri Kejaksaan Agung bersedia untuk membantu. Namun tetap sesuai alur yang ditentukan oleh hukum.

“Temuan transaksi mencurigakan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), alur pertamanya adalah tindak pidana umum, yang periksa ya polisi,” ungkap Kapuspenkum Kejagaung Didiek Darmanto di Kejagung, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan, Senin (5/7/2010).

Didiek menambahkan, jika dalam alur penyidikannya ditemukan unsur korupsi, maka Kejagung bisa mengambil peran, bersama KPK atau Kepolisian.

“Kami melihat pada kesepakatan, kalau ada indikasi korupsi yang dilakukan penegak hukum, mana yang melakukannya. Kalau kepolisian, maka kejagung dan KPK yang menangani. KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian insya Allah sepakat,” ungkap Didiek.

Sebelumnya, Staf Khusus Kepresidenan Bidang Hukum Denny Indrayana mengusulkan, agar dibentuk tim khusus untuk mengungkap dugaan rekening para perwira Polri yang mencurigakan. Sementara itu Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan ketidaksetujuannya dengan usulan tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan urusan internal Polri. (ok/es)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: