Kuota 20 Persen Dianggap Rugikan Siswa

KARANGASEM—Pemberlakuan kuota 20 persen bagi siswa luar kota dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menyisakan persoalan di lapangan. Kalangan legislatif mencermati kebijakan ini justru merugikan siswa sendiri.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo, Bambang Triyanto mengemukakan, kendati sepakat dengan pemberlakuan kuota sebesar 20 persen untuk siswa luar kota, tetapi seharusnya kebijakan ini perlu disosialisasikan terlebih dahulu. Sebab, sistem kuota dengan berdasar pada domisili hanya berlaku di Kota Solo.

Dicontohkan, seorang siswa asal Sukoharjo yang SMP-nya di Kota Solo ketika hendak mendaftar SMA di Kota Solo, dengan kebijakan ini telah dianggap dari luar kota. Sedangkan untuk masuk SMA di Sukoharjo, juga dianggap siswa luar kota lantaran asal sekolah dari Kota Solo.

Padahal, jika dari luar kota untuk masuk sekolah di Kota Solo hanya dibatasi kuota 20 persen sedangkan untuk sekolah di Sukoharjo dibatasi kuota 10 persen. “Ini kan justru merugikan siswa sendiri,” terang dia kepada wartawan di Gedung Dewan, Senin (5/7).

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo, Abdul Ghofar Ismail. Dikatakan kebijakan pembatasan kuota 20 persen dari luar kota, satu sisi memang baik untuk memberikan kesempatan lebih kepada warga Kota Solo. Namun demikian kenyataan di lapangan tidak bisa dipungkiri jika untuk sekolah di Kota Solo justru didominasi siswa dari luar kota.

“Untuk SMP 22 misalnya, berdasarkan pantauan pihak sekolah ternyata 50 persen lebih siswanya berasal dari luar kota. Karenanya sempat ada kekhawatiran tidak terpenuhinya kuota sekolah,” ujar dia. Dikatakan kebijakan ini juga berdampak pada semakin menurunnya grade nilai dalam PPDB. Soal penurunan ini, dibenarkan Anggota Komisi IV DPRD Kota Solo lainnya, Nindita Wisnu Broto.

Selanjutnya persoalan ini menjadi bahan evaluasi bagi Komisi IV. Jika memang masih ada sekolah yang kekurangan siswa akibat sistem ini, Komisi IV mengusulkan agar Disdikpora membuka kembali pendaftaran PPDP tahap kedua. (js)

2 Tanggapan

  1. Ada saja masalah dalam pendaftaran siswa baru kali ini. Di DKI pengumuman seleksi tingkat SMA sempat diundur dan dilakukan pendaftaran ulang gara-gara server website untuk kepenitngan itu mengalami gangguan.
    Berita yang ini lain persoalannya. Yang jadi persoalan adalah kuota lulusan dari luar kota. Tidak tertutup kemungkinan di daerah lain timbul masalah lain lagi.

    Mengapa bisa terjadi?
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com/

  2. Kuota-kuota-an begini merupakan dampak dari otonomi daerah yang dijalankan oleh orang2 yang berpikiran picik. Mereka seolah raja kecil dan sekarang membuat kebijakan baru bahwa pendidikan di daerahnya adalah hak warganya semata !
    Ingatlah, dalam membangun daerah Anda tidak pernah lepas dari peran orang luar daerah. Karena sesungguhnya semua itu sudah diatur oleh Yang maha Kuasa.
    Kepada segenap masyarakat di daerah yang membatasi pendidikan bagi warga luar daerah, ingatlah bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa akan juga membatasi rezeki Anda semua. Amien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: