LORIN HOTEL AND RESORT BACK UP KEGIATAN BHAKTI SOSIAL TNI DI GIRIBANGUN KARANGANYAR

Karanganyar, Fakta12

Acara Bhakti Sosial TNI pada masyarakat di Astana Giribangun Karanganyar diselenggarakan oleh Kodim 0727 Karanganyar dan di sponsori langsung oleh Lorin Hotel and Resort, salah satu hotel Bintang lima yang terletak di jalan Adi Sucipto.

Pembukaan dimeriahkan Marching band dan tari-tarian, dan dibuka oleh Ketua panitia yang sekaligus Dandim 0727 Karanganyar Let. Kol Infantri Lilik Sutikno. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB Jumat (9/7/2010) diresmikan oleh Dr. Brigjend. Ngakan Sugiarte dari Kodam Diponegoro Semarang, dan Wakil Bupati Paryono ditandai pelepasan balon, pemberian tanaman dari panitia serta penanaman bibit pohon secara simbolis masing-masing oleh tokoh masyarakat tersebut.

Dari Hotel Lorin sendiri diwakili langsung oleh Bpk Harjanto. Sesaat setelah dibukanya acara Bhakti Sosial tersebut dilakukan pemberian simbolik sembako murah pada masyarakat sekitar Giribangun, pengobatan gratis, pijat refleksi kesehatan gratis, dan dimeriahkan hiburan dari Semarang.

Lilik Dandim dan Harjanto-Lorin

Penanaman pohon sendiri sebanyak 3100 bibit pohon tanaman produktif dilakukan sehari sebelumnya. Menurut Joshua, salah satu sie acara dari Final Wave, Event Organizer penyelenggara dari Semarang mengatakan bahwa, acara ini memang dilakukan TNI khususnya Kodim 0727 karanganyar untuk masyarakat Giribangun sebagai wujud dharma bhakti sosial kepada masyarakat sekitar.

Kegiatan Bhakti Sosial

Sementara itu dalam salah satu pidatonya Lilik Sutikno mengatakan bahwa Giribangun menyimpan dua tokoh Pahlawan Legendaris, yaitu Mangkunegoro I atau bergelar pangeran Samber Nyowo serta Mantan Presiden RI kedua HM. Suharto yang sekaligus Jendral Besar TNI Penegak Pancasila. Kiranya kepahlawanan dan keteladanan mereka yang baik-baik , dapat diditiru dan dilestarikan, imbuhnya.

Memang jika dilihat dari sisi sejarah TNI tentu tak pernah lepas dari kiprah Jendral Besar Purnawirawan Bintang Lima Suharto, meskipun di akhir sejarah kepresidennya dihadapkan pada masalah kenegaraan yang kompleks menjelang reformasi, namun TNI pada jamannya mengalami masa keemasan yang perlu dicatat sebagai garda depan Penyelamat Pancasila. Dan di sinilah di Astana Giribangun adalah momen yang dipandang tepat sebagai penanda akan manunggalnya TNI dan Rakyat.

Yang menarik lagi, seluruh pengisi acara tersebut dari hiburan, petugas penjual sembako murah sampai terapi kesehatan sebagian besar beretnis tionghwa. Sementara warga masyarakat yang terdiri warga desa setempat ditambah sebagian masyarakat perkotaan baik solo ataupun Karanganyar nampak “tumplek blek” di situ. Barangkali ini wujud kebhinekaan dan kemanunggalan yang sempurna ? (es)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: