ATLETICO MADRID TIM TERBAIK DI EROPA

Los Cholconeros mengubur mimpi Inter Milan merebut gelar kelimanya tahun ini.

Jose Antonio Reyes menjadi bintang kemenangan Atletico Madrid di Piala Super UEFA atas Juara Liga Champions Inter Milan di Stade Louis II, Monaco, Sabtu (28/8) dini hari WIB.

Inter Milan tampil menyerang sejak laga dimulai. Wesley Sneijder, Samuel Eto’o dan Diego Milito berkali-kali mengancam gawang Atletico yang dikawal David de Gea.

Tapi, bukan berarti Atletico tinggal diam. Mengandalkan Aguero di lini depan, striker Argentina terus mengancam gawang Inter. Namun, rapatnya barisan belakang Inter membuat para penyerang Los Cholconeros kesulitan menembus gawang Inter yang dijaga Julio Cesar.

Saling serang ditunjukkan kedua tim, namun hingga turun minum skor imbang tanpa gol tak berubah.

Di babak kedua,, Reyes akhirnya benar-benar memaksa Cesar memungut bola dari gawangnya. Tepat di menit 62, setelah melakukan kerja sama apik dengan Aguero. Reyes berhasil melewati beberapa bek Inter sebelum akhirnya melesakkan tembakan dari sudut sempit.

Unggul satu gol membuat jawara Europa League makin menggila. Sebaliknya, kubu Inter terlihat bernafsu menyamakan kedudukan. Benitez memasukkan Goran Pandev untuk menggantikan Dejan Stankovic. Sementara Countinho masuk menggantikan Sneijder.

Pergantian pemain tak banyak membantu Inter. Peraih empat gelar ini justru harus kembali kebobolan lewat gol Aguero di menit 83’. Aguero menerima umpan manis Simao, berdiri di depan gawang, Aguero tak butuh waktu banyak untuk memperdayai Cesar.

Inter memperoleh peluang memperkecil kedudukan melalui penalti. Raul Garcia melakukan pelanggaran kepada Pandev di kotak terlarang. Sayang, tendangan Milito justru mampu dihentikan kiper muda De Gea.

Hingga wasit meniup peluit akhir, Atletico sukses menyegel kemenangan 2-0 atas Inter. Ini adalah gelar kedua Los Cholconeros sepanjang tahun 2010, setelah sebelumnya menekuk Fulham di final Europa League.

Perihal kegagalan transisi taktik Inter, Benitez beralasan masih memerlukan waktu.

Benitez memang melakukan transisi permainan ke arah yang lebih menyerang dari sepak bola pragmatis namun sukses ala Jose Mourinho. Akan tetapi, hasil laga kontra Atleti tersebut menyadarkan Benitez bahwa keinginannya membuat Javier Zanetti cs. tampil lebih menyerang bukanlah pekerjaan yang gampang.

“Kami belum memiliki waktu yang cukup bersama para pemain sejak Piala Dunia. Kami belum berada di level yang kami inginkan untuk menghadapi tim yang fisiknya lebih kuat dan bagus secara taktik,” papar pelatih asal Spanyol ini.

Rafael Benitez menolak menyalahkan pemainnya. Menurut mantan pelatih Liverpool ini, ia masih harus memperbaiki performa timnya.

“Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Kami harus memperbaiki diri. Kami mengawalinya dengan sangat bagus dan menciptakan dua atau peluang yang seharusnya membuahkan gol,” kata Benitez.

Sementara itu, Pelatih Atletico Madrid Quique Flores memuji dukungan penuh suporter.

Selain penampilan apik anak-anak asuhnya di lapangan, Flores menganggap nyanyian suporter sepanjang pertandingan sukses menyulut semangat Diego Forlan dkk.

“Kami sangat senang. Butuh perjalanan panjang untuk mengangkat gelar ini. Saya senang dan mendedikasikan kemenangan ini untuk anak saya,” aku Flores.

(dwiM/dbs)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: